BREAKING NEWS

Warga Duri Pulo Gambir Tolak UGR Tol Semanan–Sunter, Nilai Ganti Rugi Tak Sesuai Harga Pasar

LENSACAMERA.COM, JAKARTA PUSAT – Puluhan warga Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menggelar aksi penolakan terhadap besaran Uang Ganti Rugi (UGR) pembebasan lahan proyek Tol Semanan–Sunter, Rabu (15/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas nilai ganti rugi yang dinilai jauh di bawah harga pasar.

Dalam aksi yang berlangsung di tengah guyuran hujan, warga menyuarakan tuntutan mereka dengan membawa spanduk dan poster. Salah satu poster bertuliskan, “Harga sesuai pasar, bro. Bukan sesuai jidat, eloh. Tolak harga murah! Naikkan UGR sekarang!”.

Warga menilai penetapan UGR tidak mencerminkan nilai ekonomis tanah dan bangunan yang telah mereka tempati selama puluhan tahun. Selain sebagai tempat tinggal, sebagian lahan juga digunakan sebagai sumber penghidupan warga.

“UGR yang ditawarkan tidak manusiawi. Kami tidak menolak pembangunan, tapi tolong hargai hak warga dengan ganti rugi yang layak dan sesuai harga pasar,” ujar salah satu perwakilan warga saat berorasi menggunakan pengeras suara.

Aksi penolakan ini diikuti oleh berbagai elemen warga, termasuk tokoh masyarakat dan perwakilan komunitas lingkungan. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait mau membuka ruang dialog serta melakukan peninjauan ulang terhadap nilai ganti rugi yang ditetapkan.

Warga Duri Pulo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya tidak mengorbankan keadilan sosial. Mereka meminta agar proses pembebasan lahan dilakukan secara transparan, adil, dan mengedepankan prinsip kemanusiaan.

Hingga aksi berlangsung, warga menyatakan akan terus menyuarakan penolakan apabila tuntutan penyesuaian UGR tidak mendapat respons serius dari pemerintah maupun pihak pelaksana proyek Tol Semanan–Sunter.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image