LSM FRB Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi, Masyarakat Tunggu Langkah Tegas Aparat
0 menit baca
MAKASSAR - Dugaan praktik penyalahgunaan BBM solar subsidi di wilayah propinsi sulawesi selatan kembali menjadi perhatian publik. Berawal dari informasi yang berkembang di tengah masyarakat, Bahwa banyak oknum polri atau aparat yang ikut bermain dan terlibat sebagai MAFIA MINYAK.
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan bahwa terdapat dugaan bukti dokumentasi video dan foto serta transaksi berupa transfer uang yang berkaitan dengan penjualan BBM solar subsidi kepada pihak tertentu atau pihak swasta (para pengusaha tambang) di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih dalam proses pendalaman oleh aparat penegak hukum dan belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran hukum sampai adanya hasil penyelidikan resmi. Akan tetapi pandangan secara pribadi oleh Ketua LSM – FORUM RAKYAT BERSATU bahwa ini adalah sebuah skenario yang dimainkan seolah olah ada penindakan namun faktanya nihil semua itu hanya kegiatan pengobat telinga bagi para aktivis di Sulawesi Selatan khususnya di kota makassar.
Untuk memperoleh konfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut, KETUA LSM – FORUM RAKYAT BERSATU mencoba menghubungi Kabid Humas Polda Sul Sel.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat Sulawesi Selatan yang selama ini menunggu langkah konkret aparat penegak hukum dalam menangani dugaan penyalahgunaan BBM solar subsidi yang disebut-sebut dilakukan oleh kebanyakan oknum polri itu sendiri telah berlangsung cukup lama.
Masyarakat berharap proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, profesional, dan transparan sehingga dapat mengungkap fakta yang sebenarnya. Langkah Polda Sulawesi Selatan yang menurunkan Paminal dinilai sebagai sinyal bahwa laporan dan informasi dari masyarakat mendapat perhatian serius tetapi masih jalan di tempat.
Selama ini, persoalan distribusi solar subsidi di Sulawesi Selatan kerap menjadi keluhan warga. Kelangkaan BBM bersubsidi yang berulang kali terjadi dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan, transportasi laut, dan roda perekonomian masyarakat kepulauan.
Karena itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada tahap pemeriksaan awal, tetapi juga menuntaskan seluruh rangkaian penyelidikan berdasarkan alat bukti yang sah. Jika ditemukan adanya unsur pidana dan keterlibatan pihak-pihak tertentu, warga meminta agar proses hukum ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus dugaan penyalahgunaan BBM solar subsidi ini kini menjadi sorotan publik di Sulawesi Selatan. Warga berharap hasil penyelidikan yang sedang berlangsung dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat terkait distribusi BBM subsidi di wilayah kepulauan.
(By. Ketua LSM – FRB )

