Karantina Babel Kawal Pelaku UMKM Daun Ketapang Sukses Go Ekspor
0 menit baca
LENSACAMERA.COM, PANGKALPINANG – Badan Karatina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) terus memperkuat pembinaan kepada pelaku usaha dan mendorong komoditas unggulan Bangka Belitung berdaya saing di pasar global, melalui program Go Ekspor. Tugas Barantin sebagai akselerator ekspor komoditas unggulan pertanian dan perikanan dengan membuka akses pasar.
Herwintarti selaku Kepala Karantina Babel menyampaikan bahwa daun ketapang merupakan salah satu komoditas unggulan Bangka Belitung, memiliki permintaan pasar internasional cukup baik. Oleh karena itu, menurutnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar semakin banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mampu menembus pasar ekspor dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
"Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), Karantina Babel mencatat bahwa UMKM tersebut telah berhasil mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang sepanjang semester I tahun 2025. Adapun negara tujuannya, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman," ujar Herwin dalam siaran pers di Pangkalpinang, Jumat (10/7).
Sementara itu, Herwin lebih lanjut menjelaskan capaian pada semester I tahun 2026 sebanyak 646,41 kilogram atau turun sekitar 2,8%, dengan negara tujuan yang sama. Informasi dari pelaku usaha, pesanan masih berjalan di bulan berikutnya.
"Meskipun data sanding ada penurunan tapi tidak signifikan karena permintaannya. Namun, capaian tersebut menunjukkan tren positif sekaligus menjadi optimisme bahwa ekspor daun ketapang asal Bangka Belitung akan terus meningkat, termasuk dengan rencana pengiriman ke Inggris dalam waktu dekat," imbuhnya.
Salah satu pelaku UMKM Lukman menyebutkan negara importir memesan daun ketapang dalam bentuk kering dengan ukuran sesuai permintaan. Daun ketapang kering berfungsi sebagai kondisioner air alami yang sangat populer untuk akuarium, khususnya bagi ikan hias, seperti cupang, guppy, dan channa .
Daun ini mengandung zat tanin yang dapat menurunkan dan menstabilkan pH air, menyembuhkan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur.
"Sinergi bersama Karantina dalam memberikan dukungan bagi pelaku UMKM saya harap dapat terus berlanjut bahkan berkembang, sehingga mampu merambah ke komoditas lainnya di masa mendatang," ungkap Lukman.
Persyaratan ekspor daun ketapang kering bebas dari serangga hidup. Proses pengeringan dengan penjemuran maupun menggunakan alat, seperti oven. Selain daun ketapang, Lukman telah berhasil juga mengekspor daun manggis kering, meskipun masih dalam jumlah terbatas ke pasar yang sama.
Melalui kegiatan ini, Karantina Babel bersama lintas sektoral berkomitmen mendorong hilirisasi terintegrasi untuk memberikan kemudahan dan percepatan bagi pelaku UMKM Go Ekspor dengan memenuhi persyaratan ekspor, ketertelusuran produk, serta jaminan kesehatan komoditas secara berkelanjutan. Dengan demikian dapat berkontribusi bagi ekonomi kerakyatan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

