APP Mundur, Al Master Babel Siap Kepung Kantor PT Timah: “Kami Pejuang, Bukan Pecundang!”
0 menit baca
LENSACAMERA.COM, PANGKALPINANG – Keputusan mengejutkan datang dari Aliansi Pemuda Pangkalpinang (APP) yang secara resmi mengumumkan mundur dari aksi demonstrasi besar-besaran di kantor pusat PT Timah Tbk pada Senin, 6 Oktober 2025. Pengumuman tersebut sontak memicu beragam reaksi dari berbagai elemen masyarakat, terutama dari kelompok yang sejak awal berkomitmen memperjuangkan nasib penambang rakyat.
Salah satu suara keras datang dari Koordinator Aliansi Masyarakat Terzolimi (Al Master Babel), Palgunadi atau yang akrab disapa Tok Gun. Ia menegaskan bahwa meskipun beredar kabar APP menarik diri, Al Master Babel tetap akan hadir dan berada di barisan depan aksi, bersama ribuan penambang rakyat dari seluruh Bangka.
Tok Gun menyebut, mundurnya satu kelompok tidak akan menggoyahkan semangat perjuangan rakyat. “Kami tidak akan berhenti. Al Master Babel akan terus berdiri tegak bersama masyarakat penambang. Kami siap turun dengan tertib, tapi dengan semangat penuh agar suara rakyat benar-benar didengar,” tegasnya.
Lebih jauh, Tok Gun memastikan bahwa seluruh kekuatan organisasi dan jaringan pendukung akan dikerahkan secara total. Ia bahkan menyebutkan, bila tuntutan massa tidak digubris oleh manajemen PT Timah, mereka siap melakukan aksi lanjutan tanpa batas waktu. “Jika aspirasi tidak dipenuhi, kami siap menginap, mendirikan tenda di depan kantor PT Timah hingga ada keputusan nyata,” ujarnya lantang.
Tok Gun juga melayangkan kritik tajam terhadap pihak-pihak yang memilih mundur dari aksi di tengah tekanan perjuangan. “Perjuangan ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk nasib ribuan rakyat kecil. Yang kami butuhkan adalah pejuang sejati, bukan pecundang yang lari dari kenyataan,” serunya.
Sebelumnya, Ketua APP Salman Ahda Ferdian dalam rilis singkatnya menyatakan bahwa keputusan mundur diambil demi menjaga kondusifitas wilayah dan menghindari potensi gesekan di lapangan. Namun langkah tersebut dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk sikap kompromi yang melemahkan kekuatan massa.
Terlepas dari keputusan APP, gelombang aksi 6 Oktober 2025 dipastikan tetap berlangsung. Aliansi Tambang Rakyat Bersatu, bersama berbagai kelompok masyarakat dan organisasi pejuang rakyat, menyatakan komitmennya untuk tetap menggelar demonstrasi damai di depan kantor pusat PT Timah Tbk.
Ribuan massa dari berbagai penjuru Bangka Belitung diperkirakan akan memadati lokasi aksi. Gerakan ini diyakini menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah Babel, dengan tuntutan utama: keadilan bagi penambang rakyat, transparansi tata niaga timah, serta penghentian kriminalisasi terhadap masyarakat kecil.
(Red)

