Balai Karantina Babel Perkuat Program “Go Ekspor”, Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Internasional
0 menit baca
LENSACAMERA.COM, PANGKALPINANG – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggencarkan program “Go Ekspor” sebagai upaya mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal menembus pasar internasional.
Kepala BKHIT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herwintarti, mengatakan pihaknya terus mengintensifkan edukasi, pendampingan, serta fasilitasi kepada pelaku UMKM agar seluruh persyaratan karantina dan kesehatan produk ekspor dapat terpenuhi sesuai standar negara tujuan.
“Langkah ini dilakukan agar produk UMKM asal Bangka Belitung dapat diterima di pasar internasional tanpa mengalami penolakan dari negara tujuan,” ujarnya di Pangkalpinang, Minggu.
Ia menjelaskan, program “Go Ekspor” merupakan layanan perkarantinaan berbasis digital melalui sistem Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust). Program tersebut sejalan dengan visi hilirisasi dan industrialisasi yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, guna meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sekaligus mendorong pemerataan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan layanan digital tersebut memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam mengurus sertifikasi ekspor berbagai komoditas unggulan daerah seperti lada putih, kelapa sawit, ikan, cumi-cumi, dan komoditas lainnya secara lebih efektif dan efisien.
Herwintarti menegaskan, BKHIT tidak hanya berperan menjaga keamanan hayati dari ancaman penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, tetapi juga memastikan produk yang dikirim ke luar negeri memiliki kualitas dan nilai tambah yang memenuhi standar internasional.
Dalam mendukung peningkatan ekspor daerah, BKHIT juga bersinergi dengan Kementerian Pertanian serta berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia guna memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan laju inflasi di Kepulauan Bangka Belitung.
Selain itu, BKHIT turut berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mendorong kontribusi sektor hewan, ikan, dan tumbuhan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Maret 2026 tercatat mengalami kenaikan sekitar dua persen dibandingkan bulan sebelumnya.
(Red)

