BREAKING NEWS

25 Ton Timah Ilegal Diamankan, Publik Tagih Pengungkapan Aktor Besar di Balik Operasi

LENSACAMERA.COM, PANGKALPINANG – Aparat gabungan kembali menggagalkan penyelundupan pasir timah dalam jumlah besar di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. Sebuah kapal bermuatan sekitar 25 ton pasir timah (±500 kampil) diamankan oleh Tim Satgas Gabungan TNI Angkatan Laut, Bea Cukai, dan KSOP, Rabu (14/1/2026).

Volume muatan yang mencapai puluhan ton ini menegaskan satu hal: operasi tersebut bukan kerja kecil. Skema pengiriman dinilai mustahil dijalankan tanpa sokongan modal besar, jalur distribusi yang mapan, serta perlindungan tertentu.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, pasir timah itu diduga akan dikirim ke luar negeri, dengan Malaysia kembali mengemuka sebagai tujuan. Pelabuhan Pangkalbalam pun kembali disorot sebagai jalur rawan penyelundupan timah lintas negara.

Meski barang bukti telah diamankan, hingga kini pemilik pasir timah masih gelap. Aparat hanya menyebut empat awak kapal yang diamankan untuk pemeriksaan, tanpa membuka identitas, peran, maupun status hukum mereka secara terbuka.

Kondisi ini memunculkan kecurigaan publik. Pengungkapan kasus dikhawatirkan kembali mentok di level operator, sementara aktor utama dan pemodal besar tetap berada di balik bayang-bayang.

Preseden kasus-kasus sebelumnya memperkuat kekhawatiran tersebut. Tidak sedikit perkara timah ilegal berakhir dengan hukuman ringan bagi awak kapal, sementara jaringan besar tetap beroperasi tanpa tersentuh.

Persoalan semakin serius ketika muncul dugaan pembatasan kerja jurnalistik di lokasi penindakan. Seorang wartawan mengaku mendapat larangan dari oknum tertentu untuk mempublikasikan penangkapan tersebut.

“Ada yang secara langsung melarang wartawan menaikkan berita,” ungkapnya.

Dugaan intimidasi ini dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik serta mencederai kebebasan pers yang dijamin undang-undang.

Sikap tertutup justru menimbulkan tafsir liar di tengah masyarakat. Publik menilai, semakin informasi ditutup, semakin kuat dugaan bahwa kasus ini melibatkan kepentingan besar yang ingin dilindungi.

Kini, sorotan publik tertuju pada komitmen aparat penegak hukum: apakah pengungkapan akan berani menyentuh pemilik timah, alur distribusi, hingga pihak yang membekingi, atau kembali berhenti pada narasi penangkapan semata.

Awak media menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini secara kritis sebagai bentuk kontrol publik demi tegaknya hukum dan keadilan di Bangka Belitung. (*)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image