Perkuat Kolaborasi, Karantina Babel Siap Dampingi Ekspor Komoditas Unggulan Belitung
0 menit baca
LENSACAMERA.COM, PANGKALPINANG – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Belitung, Syamsir, sebagai langkah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Karantina dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan Belitung yang memenuhi standar kesehatan, keamanan hayati, serta memiliki daya saing tinggi di pasar ekspor.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi dalam mendukung program hilirisasi terintegrasi dan percepatan ekspor komoditas unggulan daerah. Pembahasan difokuskan pada pembinaan pelaku usaha dan UMKM, pendampingan pemenuhan persyaratan teknis karantina, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna menciptakan ekosistem ekspor yang berkelanjutan.
Karantina Babel menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada para pelaku usaha, mulai dari proses budidaya, penanganan pascapanen, pengemasan, hingga penerbitan sertifikasi karantina. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan setiap komoditas yang diekspor memenuhi standar kesehatan dan persyaratan yang ditetapkan negara tujuan.
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menyampaikan bahwa Kabupaten Belitung memiliki potensi besar pada sejumlah komoditas unggulan, di antaranya durian, lada, dan sarang burung walet. Potensi tersebut terus didorong melalui program hilirisasi terintegrasi dengan meningkatkan kualitas budidaya, memperluas kawasan produksi, memperkuat nilai tambah produk, serta mengembangkan agrowisata yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sinergi dengan Karantina Babel menjadi bagian penting dalam membuka akses pasar internasional. Dengan dukungan pendampingan teknis dan pemenuhan persyaratan ekspor, diharapkan komoditas unggulan Belitung semakin kompetitif dan mampu diterima di berbagai negara tujuan.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung menegaskan bahwa Karantina Babel siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah melalui pendampingan sejak tahap pre-border atau prabatas. Pendampingan dilakukan sejak proses produksi agar setiap komoditas telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan hayati sebelum memasuki rantai perdagangan internasional.
"Karantina tidak hanya berperan pada saat pemeriksaan menjelang pengiriman, tetapi juga hadir sejak awal proses produksi melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas pelaku usaha. Dengan demikian, kualitas komoditas dapat terjaga dan peluang menembus pasar ekspor akan semakin besar," ujarnya.
Melalui kolaborasi yang semakin erat antara Karantina Babel dan Pemerintah Kabupaten Belitung, diharapkan lahir lebih banyak komoditas unggulan berorientasi ekspor yang mampu meningkatkan daya saing daerah, memperluas akses pasar internasional, membuka lapangan kerja, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung secara berkelanjutan.
(TIM INVESTIGASI)

