Tanpa Protokoler Ketat, Jenderal Yulius Selvianus "Guncang" Stand Pesparawi Sulsel di Plaza Universitas Papua
0 menit baca
LENSACAMERA.COM, MANOKWARI – Di tengah kemeriahan Pameran Harmoni Manokwari yang memadati Plaza Universitas Papua (Unipa) pada Sabtu (27/6/2026) sore, sebuah momen hangat tercipta. Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvianus, SE, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvianus Komaling, secara khusus meluangkan waktu untuk mengunjungi stan pameran milik Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kehadiran sang jenderal bintang dua bersama istri di pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Pesparawi Nasional XIV 2026 ini langsung memicu gemuruh antusiasme. Mereka disambut hangat oleh Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua Barat, Kornelius Mangalik, yang didampingi Ketua Kontingen Pesparawi Sulsel, Alfred CB, SS, serta puluhan masyarakat diaspora Toraja yang kini menetap di wilayah Manokwari dan Papua Barat.
Suasana di lokasi pameran kian semarak saat para peserta Pesparawi kategori Musik Gerejawi Nusantara (MGN) asal LPPD Kabupaten Toraja Utara tiba di lokasi dengan busana adat khas Bumi Pongtiku yang megah. Spontanitas luar biasa terjadi ketika para perwakilan Sulsel ini mengalunkan lagu daerah Toraja dengan tepukan tangan yang riuh, menciptakan atmosfer penuh sukacita di tengah ratusan pengunjung pameran.
Seolah terhipnotis oleh irama magis dan keceriaan lagu daerah bertajuk "Dao Sarira Parerung", Gubernur Yulius tak mampu menyembunyikan rasa rindunya pada kampung halaman. Mantan Danrem 181/PVT Sorong ini langsung melebur ke dalam kerumunan, ikut bernyanyi dan bertepuk tangan bersama warga di tanah perantauan, menegaskan ikatan emosionalnya dengan negeri berjuluk “Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo”.
Setelah sesi bernyanyi yang penuh keakraban tersebut, Gubernur Yulius—yang memang memiliki garis keturunan darah campuran Toraja dan Manado—menyalami satu per satu warga Sulsel yang memadati area stan. Momen langka ini ditutup dengan foto bersama jajaran pengurus IKT Papua Barat serta para ofisial penting Kontingen Sulsel, termasuk tokoh musik Yohan Tinungki, S.Mus, M.Mus, Alfrida Tandì, dan Vivi Brouwer.
Menariknya, mantan orang nomor satu di Korem 181/PVT ini hadir dengan gaya yang sangat membumi tanpa pengawalan ketat protokoler khas pejabat tinggi daerah. Jenderal Yulius kemudian melihat-lihat berbagai produk ekonomi kreatif yang dipamerkan, mulai dari wastra Nusantara berupa kain tenun asli Toraja, kaus tematik, aksesori etnik seperti kalung dan gelang, hingga ragam kuliner khas Tanah Para Dewa.
Terpikat oleh kualitas dan nilai budaya dari produk-produk tanah leluhurnya, Gubernur Yulius bersama istri yang didampingi staf setianya, Cezya (ADC) dan Santi Kalesaran (Sespri), langsung melakukan aksi borong. Tanpa melakukan tawar-menawar atas harga yang tertera pada label, orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini menyapu bersih hampir seluruh produk kerajinan yang dipasarkan di Stand Pesparawi Sulsel sore itu. (*)

