Panen Tomat Bersama Mitra, Lapas Makassar Perkuat Program Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
0 menit baca
LENSACAMERA.COM, MAKASSAR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen tomat yang dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Makassar, Rabu (03/06/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, bersama jajaran dan dilaksanakan berkolaborasi dengan Yayasan Butta Porea Indonesia sebagai mitra dalam program pembinaan kemandirian warga binaan. Turut hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan Butta Porea Indonesia, Andi Fadly Arifuddin, SE, Ketua Dewan Pengawas Dr. Islahuddin, M.Si., CHE, beserta jajaran.
Dari hasil panen kali ini, Lapas Makassar berhasil memanen sebanyak 25 kilogram tomat. Sebagian hasil panen langsung diolah menjadi jus dan dinikmati bersama sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras warga binaan dan petugas yang terlibat dalam proses budidaya. Sementara itu, sisa hasil panen diserahkan kepada dapur umum melalui vendor penyedia makanan untuk diolah menjadi bahan makanan bagi warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain kegiatan panen, jajaran Lapas Makassar juga melaksanakan rotari lahan guna menggemburkan tanah sebagai persiapan media tanam untuk komoditas pertanian berikutnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari keberlanjutan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang terus dikembangkan di lingkungan Lapas Makassar.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata program pembinaan kemandirian yang tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
"Program pertanian yang kami laksanakan di SAE Lapas Makassar merupakan sarana pembelajaran dan pemberdayaan bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini mereka memperoleh keterampilan, menumbuhkan disiplin kerja, serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan. Hasil yang diperoleh akan terus kami optimalkan untuk pengembangan program kemandirian, peningkatan PNBP, dan pemberian premi bagi warga binaan yang terlibat," ujar Sutarno.
Lebih lanjut, Sutarno menegaskan bahwa Lapas Makassar akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna mendukung keberhasilan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang berdampak nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai mitra menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan pembinaan yang produktif, mandiri, dan mendukung program ketahanan pangan nasional," tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, keselamatan kerja warga binaan, serta pengawasan melekat oleh petugas sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

