BREAKING NEWS

Perkuat Biosekuriti, Bangka Belitung Pacu Akselerasi Ekspor Udang

LENSACAMERA.COM, PANGKALPINANG - Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) menegaskan komitmennya dalam menyosialisasikan pentingnya penerapan biosekuriti khususnya terkait kualitas udang yang baik. Hal ini disampaikan oleh Kepala Karantina Babel, Herwintarti saat menghadiri giat bersama para pelaku usaha hatchery (pembenihan) udang berskala besar, pada Selasa (26/5).

"Melihat gejolak yang sempat terjadi terhadap udang ekspor dari indonesia, maka diharapkan penerapan biosecurity ini meminimalisir atau menghilangkan penggunaan-penggunaan bahan yang tidak seharusnya dan kontaminasi bahan berbahaya pada udang," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Herwintarti yang berkesempatan menjadi pemateri, menunjukkan data lalu lintas udang vannamei yang keluar pada 2025 yaitu sebanyak 28.805 ton udang dengan nilai ekonomis sebesar 1,5 T. Sedangkan pada TW I 2026 yaitu sebanyak 8.702 ton udang telah dilalulintaskan dan disertifikasi oleh Karantina Babel melalui pintu keluar masuk yang telah ditetapkan dengan nilai ekonomis sebesar 471 M. 

Berdasarkan hasil analisis dari tim teknis Karantina Babel lalu lintas pengeluaran Udang Vannamei akan terus mengalami peningkatan melihat pasar global sudah mulai terbuka terhadap produk perikanan Indonesia khususnya Udang Vannamei. Hal ini juga menambah optimis bahwa pertambahan jumlah produksi tambak akan semakin menunjukkan pergerakan kenaikan. Budidaya Udang Vanamei berbasis kawasan (BUBK) sudah menunjukkan keberhasilan, seperti yang di contohkan Kabupaten Kebumen saat ini, yang merupakan program nasional yang di galakkan oleh Preiden Prabowo dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. 

Herwintarti menyampaikan, penerapan biosekuriti ini harus menjadi perhatian penting, untuk meningkatkan kualitas udang khususnya udang yang berasal dari bangka belitung. Melihat peningkatan lalu lintas udang vannamei di Bangka Belitung, serta terbuka kembalinya pasar global terhadap produk perikanan Indonesia, ini bisa menjadi momentum penting agar kedepannya lebih intensif dalam budidaya berbasis biosekuriti sehingga hilirisasi terintegrasi produk udang dalam mendorong Go Ekspor menjadi komitmen sinergi bersama dan berkelanjutan. 

"Kami Karantina Babel siap untuk mengawal dan memastikan kualitas produk udang saat dilalulintaskan diborder terjamin kesehatan dan mutunya," tutup Herwintarti.

Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image