BREAKING NEWS

Terungkap! Dugaan Jaringan Solar Subsidi di Medan Gunakan Mobil Modifikasi dan Plat Nomor Gonta-Ganti

 


Lensacamera.com Medan – Dugaan praktik penyelewengan BBM subsidi jenis solar di Kota Medan disebut masih berlangsung secara terang-terangan dan terorganisir rapi. Jaringan yang diduga sebagai mafia solar subsidi ini disebut bekerja dengan modus yang semakin berani dan sistematis, mulai dari manipulasi pola pengisian hingga penggunaan kendaraan yang telah dimodifikasi secara khusus untuk menguras solar subsidi dari berbagai SPBU.


Hingga Maret 2026, aparat penegak hukum bersama pengawas sektor energi memang dikabarkan terus melakukan penindakan terhadap jaringan mafia BBM subsidi. Namun fakta yang berkembang di lapangan justru menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: mengapa praktik ini seolah tidak pernah benar-benar berhenti?


Informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan menyebutkan adanya sosok bernama Udin yang diduga terkait dengan PT WDP yang disebut-sebut berada di balik aktivitas penyedotan solar subsidi tersebut. Ia diduga mengendalikan operasi dengan memanfaatkan sejumlah sopir bayaran yang digaji khusus untuk menjalankan kendaraan operasional pengangkut solar subsidi dari berbagai SPBU.


Kendaraan yang digunakan dalam aktivitas tersebut diduga berupa Toyota Innova Reborn yang telah dimodifikasi dengan tangki tambahan berkapasitas besar. Mobil ini disebut tidak lagi berfungsi sebagai kendaraan penumpang biasa, melainkan telah disulap menjadi “mobil tangki berjalan” untuk mengangkut solar subsidi dalam jumlah besar.


Lebih mencurigakan lagi, kendaraan tersebut diduga kerap berganti plat nomor dan bahkan disebut-sebut menggunakan administrasi kendaraan yang tidak jelas. Pola ini diduga sengaja dilakukan untuk menghindari pelacakan aparat serta menutupi aktivitas pengisian solar subsidi secara berulang di berbagai SPBU.


Dari keterangan yang berkembang, mobil tersebut hampir setiap hari keluar masuk SPBU di wilayah Kota Medan, mulai pagi hingga larut malam. Dengan tangki modifikasi yang tersembunyi di dalam kendaraan, solar subsidi yang diisi dapat mencapai volume jauh di atas kapasitas normal kendaraan.


Situasi ini semakin memprihatinkan karena praktik tersebut diduga tidak mungkin berjalan tanpa adanya “permainan” dari oknum di SPBU. Sejumlah sumber menyebut adanya praktik yang dikenal dengan istilah “uang cor”, yakni uang pelicin yang diberikan kepada operator SPBU agar kendaraan tersebut bebas mengisi solar subsidi berkali-kali tanpa hambatan.


Nilai “uang cor” itu disebut berkisar antara Rp75.000 hingga Rp100.000 per mobil. Jumlah tersebut mungkin terlihat kecil, namun dalam praktiknya diduga menjadi pintu masuk bagi sebagian oknum operator SPBU untuk ikut terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang merugikan negara.


Akibat praktik ini, solar subsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat kecil seperti nelayan, petani, sopir angkutan, dan pelaku usaha kecil justru diduga disedot oleh jaringan mafia migas yang menjadikannya sebagai ladang bisnis ilegal bernilai besar.


Praktik semacam ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan kejahatan serius yang berpotensi menggerogoti anggaran negara. Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, setiap orang yang terbukti melakukan penyalahgunaan pengangkutan, penimbunan, atau niaga BBM subsidi tanpa izin dapat dijerat pidana penjara hingga 6 tahun serta denda maksimal Rp60 miliar.


Karena itu, masyarakat kini menunggu ketegasan aparat penegak hukum untuk membongkar jaringan mafia solar subsidi yang diduga beroperasi di Kota Medan. Penindakan tidak boleh hanya berhenti pada sopir di lapangan, tetapi harus menyasar aktor utama, pemodal, serta oknum-oknum yang diduga ikut melindungi dan memuluskan praktik ilegal tersebut.


Jika praktik ini terus dibiarkan, maka subsidi BBM yang seharusnya menjadi hak rakyat akan terus dijarah oleh mafia migas, sementara masyarakat kecil semakin kesulitan mendapatkan solar subsidi yang memang diperuntukkan bagi mereka.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image