Makin Brutal! Barak Judi Dekat Sekolah Dasar di Biru-Biru Disebut Bebas Beroperasi
Lensacamera.com DELI SERDANG – Praktik perjudian tembak ikan di Desa Biru-Biru, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang diduga semakin brutal dan nyaris tanpa hambatan. Sejumlah lokasi perjudian disebut bebas beroperasi secara terang-terangan hingga membuat masyarakat geram dan mempertanyakan keberanian aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan.
Warga menilai aktivitas ilegal tersebut bukan lagi rahasia umum. Bahkan praktik perjudian itu disebut telah berlangsung lama dan diduga seolah “kebal hukum” meski berada di wilayah hukum Polsek Biru-Biru dan Polresta Deli Serdang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dari masyarakat, titik-titik yang disebut menjadi lokasi perjudian di antaranya Ajibaho, Gang Wakaf Cafe Keleng, Simpang Kemiri, Rumah Gerat, Kloneng hingga Lapangan Biru-Biru dekat Sekolah Dasar. Aktivitas perjudian di lokasi tersebut disebut ramai hampir setiap hari dan dikunjungi berbagai kalangan tanpa rasa takut.
Ironisnya, dua minggu sebelum warga melaporkan persoalan tersebut ke media, masyarakat mengaku sempat melakukan aksi unjuk rasa di Mapolsek Biru-Biru dengan tuntutan agar aparat segera menutup lokasi perjudian yang dinilai semakin meresahkan. Namun warga menilai hingga kini praktik perjudian tersebut masih tetap beroperasi
Kondisi itu membuat warga semakin muak. Sebab di tengah sulitnya ekonomi masyarakat kecil, praktik perjudian justru diduga tumbuh subur dan menghancurkan rumah tangga warga satu per satu.
“Pendapatan kami pas-pasan bang, tapi karena barak judi itu suami sama anak-anak jadi kecanduan berjudi. Uang belanja habis di meja judi,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
Tak hanya perjudian, warga juga mengungkap adanya dugaan peredaran narkoba di sekitar lokasi yang membuat Desa Biru-Biru semakin rawan kriminalitas dan rusaknya generasi muda.
“Semakin parah desa kami bang. Judi hidup, narkoba jalan, tapi aparat seperti tutup mata. Mau sampai kapan dibiarkan begini,” ujar seorang emak-emak dengan nada geram.
Sikap diam aparat penegak hukum kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Warga mempertanyakan mengapa lokasi perjudian yang disebut terbuka dan ramai itu belum juga digerebek, padahal keresahan masyarakat sudah berlangsung cukup lama.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, publik khawatir wilayah tersebut akan berubah menjadi sarang penyakit masyarakat yang sulit dikendalikan. Kepercayaan masyarakat terhadap keseriusan aparat dalam memberantas perjudian pun terancam runtuh.
Untuk menjaga keberimbangan informasi, wartawan telah mengirimkan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada pihak terkait mengenai dugaan bebasnya praktik perjudian di wilayah tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan yang dikirim belum mendapat respon maupun tanggapan resmi.
Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum segera turun ke lapangan dan membuktikan bahwa hukum masih berdiri untuk rakyat, bukan kalah oleh barak-barak perjudian yang diduga bebas beroperasi di tengah pemukiman warga.
Yudi

