BREAKING NEWS

Deliserdang Darurat Narkoba: Sabu Dijual Terang-Terangan, Polisi Bungkam, Warga Curiga Ada Oknum Berseragam Bermain

 


Lensacamera.com  Deliserdang — Peredaran sabu-sabu di Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, sudah memasuki tahap darurat. Jalan Kebun Sayur disebut warga sebagai pusat utama transaksi narkoba, bahkan dijuluki “Las Vegas-nya Narkoba Sumatera Utara” karena jual beli sabu berlangsung terang-terangan, siang dan malam, tanpa rasa takut.


Warga menyebut, hingga satu kilogram sabu bisa habis terjual dalam sehari. Pembeli datang dari berbagai daerah, keluar masuk layaknya berbelanja kebutuhan harian. Kondisi ini membuat masyarakat geram dan mempertanyakan peran aparat penegak hukum.


“Beli sabu di sini sudah seperti beli rokok di warung. Ramai sekali. Kalau tidak ada yang melindungi, mana mungkin bisa sebebas ini,” ujar seorang warga.


Sorotan tajam pun mengarah ke institusi kepolisian. Warga menduga adanya pembiaran, bahkan keterlibatan oknum berseragam yang menjadi tameng bagi bisnis haram tersebut. Dugaan itu semakin kuat setelah warga kerap melihat mobil Fortuner putih keluar masuk lokasi pada malam hari, dengan penumpang yang diduga berpenampilan seperti aparat.


“Kalau polisi serius, tempat ini sudah lama dibersihkan. Tapi sampai sekarang tetap aman, seolah kebal hukum,” kata warga lainnya.


Nama MS alias Panjang disebut sebagai pemain utama di lapangan. Ia dikenal bebas bergerak dan sulit disentuh hukum. Warga meyakini Panjang hanyalah operator lapangan dari jaringan yang lebih besar dengan perlindungan kuat dari dalam.


Akibatnya, warga terutama para orang tua hidup dalam ketakutan. Mereka khawatir anak-anak mereka menjadi korban berikutnya dari narkoba yang dibiarkan tumbuh subur di depan mata.


“Kami hanya ingin lingkungan bersih. Kalau polisi benar-benar bekerja, tidak mungkin narkoba sebesar ini terus hidup,” ujar seorang ibu.


Hingga kini, Polresta Deli Serdang dan Polda Sumatera Utara dinilai belum menunjukkan langkah tegas. Tidak ada operasi besar, tidak ada gebrakan nyata, dan tidak ada jawaban yang mampu meredakan keresahan warga.


Masyarakat pun mendesak Kapolresta Deli Serdang dan Kapolda Sumut segera bertindak, membersihkan sarang narkoba di Jalan Kebun Sayur, serta menindak siapa pun yang terlibat, termasuk jika ada oknum aparat di belakangnya.


Sebab jika sabu dijual seterang membeli gula dan bandar hidup senyaman pejabat, maka yang rusak bukan hanya kampung ini, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap institusi kepolisian.


AW

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image