MESIN JUDI BERDERET, NARKOBA MERAYAP! Medan Tuntungan Jadi Zona Hitam Kejahatan
Lensacamera.com MEDAN — Kesabaran publik di Medan Tuntungan tampaknya sudah habis. Di tengah maraknya praktik perjudian mesin tembak ikan yang diduga berjalan berdampingan dengan peredaran narkoba dan kejahatan jalanan, publik kini terang-terangan menuding adanya kegagalan serius dalam penegakan hukum. Situasi ini bukan lagi sekadar kelalaian, tetapi sudah mengarah pada dugaan pembiaran yang sistematis.
Sorotan tajam kini tidak hanya berhenti di tingkat Polsek. Tekanan publik mulai mengarah langsung ke Polrestabes Medan sebagai pemegang kendali utama keamanan kota. Warga menilai, mustahil aktivitas ilegal yang begitu terbuka, masif, dan terstruktur ini bisa berlangsung tanpa terdeteksi. Jika semua ini benar terjadi, maka ada dua kemungkinan: aparat tidak mampu, atau justru tidak mau bertindak.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Tuntungan melalui Kanit Reskrim, Ipda Jacky Alexsi Marpaung, S.T., S.H., M.Si., hanya memberikan jawaban singkat melalui pesan WhatsApp, “Kami cek dulu ya pak. Makasih infonya.” Pernyataan tersebut justru menyulut kekecewaan. Di saat masyarakat berharap tindakan cepat dan tegas, yang muncul justru respons datar yang terkesan formalitas.
Jawaban itu dianggap tidak sebanding dengan tingkat kerusakan yang terjadi di lapangan. Publik tidak butuh janji “dicek”, publik menuntut aksi nyata. Sebab faktanya, praktik perjudian dan narkoba ini disebut-sebut sudah lama berlangsung dan semakin berkembang, bukan baru muncul kemarin sore.
Desakan kini mengeras. Polrestabes Medan ditantang untuk membuktikan keberpihakannya kepada masyarakat, bukan kepada para pelaku kejahatan. Tidak cukup hanya razia sesaat atau penindakan simbolik yang hilang setelah sorotan mereda. Yang dibutuhkan adalah gebrakan besar: bongkar jaringan, tangkap pemain, dan usut siapa saja yang berada di belakang layar.
Lebih tajam lagi, publik mulai menuntut evaluasi internal secara terbuka. Jika ada oknum aparat yang bermain, melindungi, atau bahkan ikut menikmati aliran uang dari bisnis haram ini, maka itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap institusi dan masyarakat. Tidak boleh ada lagi tameng bagi oknum siapapun dia harus diseret dan diproses tanpa kompromi.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, Medan Tuntungan bukan lagi sekadar wilayah rawan melainkan sudah berubah menjadi ladang subur kejahatan. Judi menjadi simbol kehancuran ekonomi masyarakat kecil, narkoba merusak generasi muda, dan kejahatan jalanan tumbuh dari ekosistem yang dibiarkan hidup. Ini bukan lagi peringatan, ini alarm keras.
Pertanyaannya kini sangat jelas dan tidak bisa lagi dihindari: Polrestabes Medan mau bertindak, atau memilih diam dan membiarkan wilayahnya tenggelam dalam lingkaran kejahatan?
Reza Nasti

