Lidi Nipah Babel Berdaya Saing Global: Barantin Siapantar Kerajinan Tembus Prancis
LENSACAMERA.COM, PANGKALPINANG, - Pendampingan sejak dini diharapkan agar pelaku usaha tidak baru berhadapan dengan persyaratan saat produknya sudah siap dikirim ke luar negeri.
Pengolahan lidi nipah menjadi kerajinan tangan adalah peluang nyata menaikkan nilai ekonomi komoditas lokal Bangka Belitung.
Dokumen serta syarat teknis dapat dipersiapkan lebih awal sebelum komoditas masuk tahap pemeriksaan dan sertifikasi ekspor.
Prancis menjadi salah satu pasar utama yang dibidik untuk kerajinan berbahan lidi nipah ini.
Pelaku usaha harus memahami persyaratan teknis negara tujuan sejak awal perencanaan.
Kesiapan produk adalah kunci akses pasar ekspor — mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan, pengolahan, kualitas hasil akhir hingga kemasan.
Barantin melalui Balai Karantina Babel mendampingi pelaku usaha agar produk memenuhi ketentuan karantina dan standar Prancis.
Lidi nipah asal Babel tak lagi sekadar bahan mentah, kini diolah menjadi kerajinan tangan bernilai tambah.
Hilirisasi diarahkan agar kekayaan alam Indonesia diolah di dalam negeri, bukan hanya dijual ke luar sebagai bahan baku.
Kerjasama antara pemerintah dan pelaku usaha sangat dibutuhkan, dari proses produksi hingga produk siap masuk pasar internasional.
Karantina Babel memberikan bimbingan konsultasi, edukasi syarat karantina, identifikasi ketentuan negara tujuan, hingga tahap sertifikasi.
“Kita ingin komoditas Babel tidak hanya keluar sebagai bahan mentah. Produk olahan lidi nipah harus didorong agar bernilai tambah, memenuhi syarat, dan mampu bersaing di pasar dunia,” ujar Kepala Karantina Babel, Herwintarti, di Pangkalpinang, Selasa (22/9).
Pengembangan kerajinan lidi nipah diharapkan membuka peluang usaha baru dan memberi manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.
Pemeriksaan dan sertifikasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan khusus dari negara tujuan.
Dari komoditas sederhana, lidi nipah kini bertransformasi menjadi produk bernilai tinggi. Langkah berikutnya: menembus pasar Prancis dan pasar internasional lainnya.
(Red)

