BREAKING NEWS

Bau Tak Sedap dari IPAL SDH, AMDAL RS Siloam, Publik Tunggu Tindak Lanjut DLH

LENSACAMERA.COM, BANGKA TENGAH - Warga kawasan Jalan Soekarno-Hatta Nomor 6, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, dipaksa menghirup aroma busuk menyengat setiap hari. Bau yang mencekik itu diduga kuat berasal dari saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik Sekolah Dian Harapan (SDH), yang sudah berdiri sejak 2016. Keluhan warga yang takut identitasnya diketahui disampaikan pada Selasa sekitar pukul 14.30 WIB — bukti nyata ketidaknyamanan yang sudah berlangsung terlalu lama.
 
Tim investigasi turun langsung ke lokasi, dan apa yang dilihat sungguh memprihatinkan. Air limbah yang keluar dari saluran IPAL itu tampak keruh, berwarna tidak wajar, dan memancarkan bau busuk yang menusuk hidung. Ini bukan sekadar "kurang sedap" — ini pelanggaran nyata terhadap kenyamanan warga sekitar. Pertanyaannya meledak: di mana pengawasan selama ini? Apakah air yang dibuang sembarangan itu sudah lolos uji baku mutu lingkungan?
 
Kepala Sekolah SDH, Agung, mencoba membela diri. Ia mengaku punya empat kolam penampungan dan klaim sistem IPAL sudah memenuhi standar. Tapi fakta bicara lain: sekolah ini masih nekat menggunakan AMDAL milik Rumah Sakit Siloam! Dokumen lingkungan milik pihak lain dipakai seolah-olah milik sendiri? Itu bukan sekadar kelalaian — itu ketidakseriusan yang mencurigakan.
 
Lebih dari itu, pengajuan AMDAL baru sudah berjalan hampir satu tahun, tapi hingga kini belum selesai. Terlalu lama untuk urusan yang menyangkut lingkungan dan kesehatan warga. Pihak sekolah mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Tengah, tapi di mana tindak lanjutnya? Apakah koordinasi hanya sebatas kata tanpa tindakan nyata?
 
DLH Bangka Tengah melalui Yudi mempersilakan tim melihat berkas administrasi — tapi berkas di atas kertas tidak bisa membohongi bau busuk dan air keruh yang mengalir di lapangan. Dokumen tertunda, AMDAL pinjam, dan limbah tetap mengalir. Ini adalah bentuk kelalaian ganda: dari pihak sekolah yang tidak taat aturan, dan dari instansi yang seharusnya mengawasi tapi membiarkan hal ini berlarut-larut.
 
Tidak ada gunanya berdalih sebelum ada bukti laboratorium yang sah. Tim investigasi menuntut DLH segera turun ke lokasi, mengambil sampel air, dan mengujinya secara transparan. Hasil laboratorium itu akan menjadi saksi: apakah SDH benar-benar mengolah limbahnya, atau sekadar pura-pura punya IPAL sementara racun dibuang ke lingkungan? Jangan biarkan dugaan pelanggaran ini diredam dengan alasan administrasi yang berbelit-belit.
 
Warga berhak tahu, publik berhak mendapat jawaban. Ke mana air keruh itu bermuara? Siapa yang akan bertanggung jawab jika lingkungan dan kesehatan masyarakat terancam? DLH Bangka Tengah, jangan diam saja — periksa, uji, dan tindak tegas. Aturan dibuat untuk ditegakkan, bukan dijadikan hiasan di meja kantor sementara warga terus menghirup bau busuk setiap hari.

(Tim investigasi)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image