Karantina Babel Dukung Ekspor Belut Nasional di Web Series Go Ekspor Barantin: Dari Perairan Lokal Menuju Pasar Dunia
0 menit baca
LENSACAMERA.COM, PANGKALPINANG – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung, atau yang dikenal sebagai Karantina Babel, turut berpartisipasi dalam kegiatan daring Go Ekspor Barantin Web Series edisi ketiga. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Selatan dengan mengangkat tema khusus pengembangan komoditas belut, yakni “Kupas Tuntas Belut Kalsel: Dari Perairan Lokal ke Pasar Global”.
Acara ini disusun untuk mengupas secara mendalam potensi besar pengembangan dan pemasaran belut ke kancah internasional. Belut dinilai sebagai salah satu komoditas perikanan unggulan Indonesia yang memiliki permintaan terus meningkat di pasar dunia, sehingga peluang pengembangan usahanya sangat terbuka lebar bagi para pelaku usaha di berbagai daerah, termasuk di wilayah Bangka Belitung.
Web series ini resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Deputi Bidang Karantina Ikan Badan Karantina Indonesia, Sugeng Sudiarto. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penguatan daya saing komoditas perikanan di pasar global tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan memerlukan kerja sama dan kolaborasi yang erat antar seluruh pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah berbagi ilmu yang bermanfaat guna melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang siap melangkah ke pasar ekspor.
Berbagai pemaparan materi penting disampaikan dalam sesi diskusi. Kepala BKHIT Kalimantan Selatan, Erwin Dabuke, menjelaskan peran strategis Badan Karantina Indonesia dalam menjamin kelancaran pengiriman barang ekspor melalui pemenuhan penuh persyaratan karantina yang ditetapkan oleh negara tujuan. Sementara itu, pelaku UMKM belut H. Gusti Faisal membagikan pengalaman nyata keberhasilan usahanya menembus pasar luar negeri, dengan menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan karantina menjadi salah satu kunci utama kesuksesannya.
Direktur Tindakan Karantina Ikan, drh. Ahmad Alfaraby, turut menyampaikan ajakan kepada seluruh pihak untuk bersinergi secara menyeluruh. Pembudidaya, pelaku usaha, pemerintah daerah, serta lembaga karantina diminta menyatukan langkah untuk memperkuat ekosistem ekspor belut secara menyeluruh, mulai dari proses pembudidayaan di hulu hingga pendistribusian ke pasar di hilir, agar kualitas dan keberlanjutan pasokan terjamin sepenuhnya.
Kepala Karantina Babel, Herwintarti, menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program Go Ekspor Barantin. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat sebagai sarana memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai dunia ekspor. Karantina Babel juga berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha dan UMKM di wilayahnya dalam memenuhi seluruh persyaratan teknis karantina, sehingga semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu bersaing dan menembus pasar internasional.

